##1
Seorang kodok pergi ke tukang ramal dan bertanya mengenai masa depannya.
Si peramal berkata "Wah, kamu bentar lagi akan bertemu gadis muda yang cantik yang ingin tahu semuanya tentangmu."
Kodok pun terkejut dan senang "Wah bagus, apakah saya akan bertemu
gadis ini di sebuah istana lalu ia mencium saya dan saya berubah jadi
pangeran yang tampan ?"
"Tidak" jawab si peramal. "Kamu ketemu dengannya di kelas biologi."
##2
Setelah menunggu lama kedatangan pilot, akhirnya dua pilot yang
tampaknya buta memasuki pesawat. Penumpang yang melihat dua pilot
tersebut berjalan sambil menggenakan kacamata hitam dan membawa
tongkat, tabrak sana tabrak sini, pada awalnya mengira ini cuma taktik
agar para penumpang terhibur dengan candaan mereka.
Tapi ketika mereka melihat para pramugari membimbing pilot tersebut ke
ruangan kokpit dan bertanya apakah anjing penunjuk jalan mereka sudah
diberi makanan sebelum berangkat. Para penumpang pun melongo dengan
bengong.
Setelah beberapa menit, pesawat udah siap untuk take off dan mulai
bergerak perlahan menuju landas pacu. Para penumpang pun cemas dan
mulai melihat satu sama lain dengan gelisah, saling berbisik satu sama
lain dan mulai panik.
Ketika pesawat semakin dekat dengan ujung landasan pacu, suara
penumpang semakin histeris dan tepat 20 meter sebelum ujung landasan
pacu, semua penumpang yang di dalam pesawat berteriak dengan kencang
bahkan ada yang menangis histeris . Seketika, moncong pesawat langsung
bergerak naik dan pesawat mengudara dengan lancar.
Di dalam kokpit, ko-pilot bernafas lega lalu berkata kepada kaptennya
"Suatu hari nanti jika penumpang ini tidak ada yang berteriak, kita
pasti udah keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar pembatas Pak."
##3
Seorang profesor sedang ngebut dengan mobilnya. Tiba-tiba ban mobilnya
pecah di tengah jalan. Dengan susah payah ia menyetir mobil ke pinggir
jalan.
Ketika mengeluarkan ban serep, si profesor baru sadar karena ban mobil
yang pecah tersebut dipaksa untuk berjalan, maka bautnya pun patah.
Si profesor pun berusaha meminta bantuan namun naasnya di jalan
tersebut tidak ada yang lewat. Satu-satunya jalan adalah meminta
bantuan ke sebuah rumah sakit jiwa yang kebetulan terletak di pinggir
jalan.
Dengan pasrah ia pun membawa mobilnya ke rumah sakit jiwa tersebut.
Disana ia ketemu dengan seorang pasien yang kebetulan sedang berjalan-jalan di taman sambil ketawa-ketawa sendiri.
Ketika melihat kondisi mobil si profesor. Pasien tersebut langsung
mengambil dongkrak, mengambil satu baut dari masing-masing ban yang
masih utuh, lalu memasangkan bautnya ke ban serep tersebut, dengan
demikian tiap ban hanya memiliki 3 baut. Semua pekerjaan tersebut
dikerjakan layaknya seorang profesional.
Si profesor yang hanya melihat pasien tersebut bekerja, memandang
dengan kagum lalu berkata "Maaf, Bapak kelihatannya normal-normal saja
kok bisa menjadi pasien rumah sakit jiwa ?"
Dengan enteng pasien tersebut menjawab "Pak, saya memang gila tapi saya gak bodoh."

