Artikel
Kisah Mahasiswa dan Peternak Ayam
Nov
18
disubmit pada : 2009-11-18 WIB
kategori Umum
Alkisah suatu ketika ada seorang mahasiswa jurusan ilmu peternakan
salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang sedang melakukan
penelitian, yang pastinya berkaitan dengan ilmu peternakan (kagak
mungkin tentang ilmu perbengkelan), dalam mencari data si mahasiswa
mengunjungi suatu desa sentra penghasil ayam, setelah bersusah payah
tanya sini tanya situ akhirnya dia menemukan alamat rumah salah satu
peternak ayam yang paling sukses di desanya, lalu terjadilah dialog
seru diantara keduanya, mahasiswa (mhs) dan peternak ayam (pa):
mhs : selamat pagi pak...
pa : pagi dek... (lagi santai sambil ngelinting rokok)
msh : maaf mengganggu sedikit waktunya, saya mahasiswa peternakan sedang mengadakan penelitian, boleh saya bertanya-tanya pak?
pa : oh ndak apa apa, mau bertanya apa ya dek?
mhs : bertanya tentang ayam-ayam bapak, bapak kan salah satu peternak yang sukses
pa : oooo silakan dengan senang hati...
lalu si mahasiswa mengeluarkan alat perekam, notes dan pulpen untuk mencatat.
mhs : berapa jumlah ayam yang bapak miliki?
pa : ayam yang mana ya dek? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam pak?
pa : yang hitam ada 2500 ekor?
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
mhs : kemudian, jenis pakan apa yang bapak beri pada ayam-ayam bapak?
pa : ayam yang mana ya dek? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam pak?
pa : yang hitam saya beri pakan jagung dan vitamin agar mereka sehat
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
si mahasiswa mulai merasa ada yang aneh bin janggal, tapi ia coba menepis perasaan itu dan mencoba tetap tenang
mhs : berapa telur yang dihasilkan ayam-ayam bapak seharinya?
pa : ayam yang mana ya? yang hitam atau yang putih? (penuh kekaleman dan percaya diri)
mhs : yang hitam? (sedikit ketus)
pa : yang hitam seharinya menghasilkan 1000 butir telur
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
si mahasiswa menghela nafas panjang dan mencoba menenangkan dirinya sendiri menghadapi si peternak ayamyang aneh itu, lalu dengan dingin dan tanpa senyum si mahasiswa bertanya lagi
msh : kemana bapak menjual ayam-ayam bapak? (dengan pandangan tajam penuh arti)
pa : ayam yang mana ya? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam?? (emosi)
pa : yang hitam saya jual ke pasar dan ada juga pelanggan yang datang kesini
mhs : kalau yang putih? (sedikit apatis dan bisa menebak jawabannya)
pa : yang putih juga...
akhirnya si mahasiswa mencapai titik kulminasi kesabarannya dan murka ke peternak ayam
mhs : BAPAK INI GIMANA SICH?, KENAPA TIAP KALI SAYA BERTANYA SELALU SAJA JAWABANNYA DIBEDAKAN , AYAM HITAM ATAU PUTIH, PADAHAL JAWABANNYA KAN SAMA SAJA, APA SICH MAKSUDNYA??? (amarah si mahasiswa meluap-luap bak lumpur panas Lapindo)
si peternak ayam tidak terpancing emosi, dia tetap tersenyum dengan wibawanya
pa : oooo... tentu saja karena ayam yang hitam itu milik saya (dengan nada datar dan sambil menghisap rokoknya)
mhs : lalu yang putih???
pa : yang putih juga...
mhs : aaaarrrrrgghghghh......&&%%$@#%&**&*&^%@@!#$%@!!!% $^*(#%^$#
MAAF GAN KALO
mhs : selamat pagi pak...
pa : pagi dek... (lagi santai sambil ngelinting rokok)
msh : maaf mengganggu sedikit waktunya, saya mahasiswa peternakan sedang mengadakan penelitian, boleh saya bertanya-tanya pak?
pa : oh ndak apa apa, mau bertanya apa ya dek?
mhs : bertanya tentang ayam-ayam bapak, bapak kan salah satu peternak yang sukses
pa : oooo silakan dengan senang hati...
lalu si mahasiswa mengeluarkan alat perekam, notes dan pulpen untuk mencatat.
mhs : berapa jumlah ayam yang bapak miliki?
pa : ayam yang mana ya dek? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam pak?
pa : yang hitam ada 2500 ekor?
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
mhs : kemudian, jenis pakan apa yang bapak beri pada ayam-ayam bapak?
pa : ayam yang mana ya dek? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam pak?
pa : yang hitam saya beri pakan jagung dan vitamin agar mereka sehat
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
si mahasiswa mulai merasa ada yang aneh bin janggal, tapi ia coba menepis perasaan itu dan mencoba tetap tenang
mhs : berapa telur yang dihasilkan ayam-ayam bapak seharinya?
pa : ayam yang mana ya? yang hitam atau yang putih? (penuh kekaleman dan percaya diri)
mhs : yang hitam? (sedikit ketus)
pa : yang hitam seharinya menghasilkan 1000 butir telur
mhs : kalau yang putih?
pa : yang putih juga...
si mahasiswa menghela nafas panjang dan mencoba menenangkan dirinya sendiri menghadapi si peternak ayamyang aneh itu, lalu dengan dingin dan tanpa senyum si mahasiswa bertanya lagi
msh : kemana bapak menjual ayam-ayam bapak? (dengan pandangan tajam penuh arti)
pa : ayam yang mana ya? yang hitam atau yang putih?
mhs : yang hitam?? (emosi)
pa : yang hitam saya jual ke pasar dan ada juga pelanggan yang datang kesini
mhs : kalau yang putih? (sedikit apatis dan bisa menebak jawabannya)
pa : yang putih juga...
akhirnya si mahasiswa mencapai titik kulminasi kesabarannya dan murka ke peternak ayam
mhs : BAPAK INI GIMANA SICH?, KENAPA TIAP KALI SAYA BERTANYA SELALU SAJA JAWABANNYA DIBEDAKAN , AYAM HITAM ATAU PUTIH, PADAHAL JAWABANNYA KAN SAMA SAJA, APA SICH MAKSUDNYA??? (amarah si mahasiswa meluap-luap bak lumpur panas Lapindo)
si peternak ayam tidak terpancing emosi, dia tetap tersenyum dengan wibawanya
pa : oooo... tentu saja karena ayam yang hitam itu milik saya (dengan nada datar dan sambil menghisap rokoknya)
mhs : lalu yang putih???
pa : yang putih juga...
mhs : aaaarrrrrgghghghh......&&%%$@#%&**&*&^%@@!#$%@!!!% $^*(#%^$#
MAAF GAN KALO

