Telco 2.0 merupakan model baru di mana industri telekomunikasi mulai mengadopsi prinsip Web 2.0 dan teknologi Internet lainnya. Dengan model Telco 2.0 operator akan dapat menawarkan ratusan layanan dan konten yang berasal gabungan dari banyak sumber yang berbeda-beda. Di dunia yang ini, kombinasi yang bisa dihasilkan tidak terbatas. Microsoft menyediakan platform, teknologi, aplikasi, dan ekosistem partner yang mampu mewujudkan visi Telco 2.0.
Telco 2.0 pada dasarnya terdiri dari 3 komponen yaitu Service Delivery, Revenue-Generating Services, dan End-User Devices and Screens seperti gambar di bawah ini :
Service Delivery
Dengan model Telco 2.0 ini, kemampuan service provider untuk mengembangkan dan memberikan layanan baru dengan efisien dan hemat sangat penting. Microsoft memiliki Connected Services Framework, yang terdiri dari sebuah server yang bisa dimanfaatkan oleh operator untuk memberikan, mengumpulkan, dan mengatur layanan-layanan komunikasi untuk pelanggan, tidak peduli perangkat atau jaringannya.
Salah satu kunci sukses Microsoft di industri ini adalah ekosistem yang kuat yang terdiri dari service providers, pengembang software independent (ISV), sistem integrator, dan pembuat perangkat jaringan yang bersama-sama Microsoft mengembangkan dan memasarkan layanan baru. Untuk keperluan testing, Microsoft memperkenalkan Connected Services Sandbox, yang bisa dipergunakan ISV dan pengembang aplikasi untuk mencoba layanan baru sebelum ditawarkan ke pelanggan.
Contoh operator yang menerapkan Service Delivery adalah Telenor dari Norwegia. Ini adalah press releasenya.
http://tonyseno.blogspot.com/2008/09/microsoft-telco-20-framework.html

